Friday, April 20, 2007

sambungan Amal Tak kan ku pernah hentikan.....


Saatnya Kita Ukir Prestasi Dakwah Dengan Ukiran Terindah

Setiap kesempatan yang diberikan kepada seorang mukmin maka setiap saat itu pula ada satu kaedah perintah secara tegas untuk dapat mengukir prestasi dirinya. Agar apa yang dilakukannya dengan berputarnya waktu mampu disesuaikan dengan tuntutan zaman dan kemampuan rijalnya. Seperti kaedah dakwah yang memaparkan, 'setiap dakwah ada marhalahnya dan setiap marhalah ada tuntutannya dan setiap tuntutan ada orangnya'.

Sangat mudah untuk difahami bila setiap waktu ada tuntutannya maka kita mesti menyelaraskan diri agar sesuai dengannya. Tuntutan ini selaras dengan amanah yang diberikan kepada kita saat ini. Dan dalam pandangan Islam setiap amanah merupakan sesuatu tugas yang tidak boleh dikhianati atau diabaikan hingga tidak dapat menunaikannya dengan baik. Inilah kesempatan emas bagi kita untuk mengukir ukiran terindah dalam hidup kita secara personal maupun kolektif agar kita mampu memberikan cermin indah bagi orang lain ataupun generasi berikutnya.

Apa Agenda Berikut?

Kita telah mafhum bahwa kemarin kita telah memaksimalkan tadhiyah untuk jihad dakwi dan tajmi’I di lokaliti kita. Dan kitapun telah mengetahui balasan yang diberikan Allah atas upaya maksima kita. Namun bukan berarti kita telah selesai dalam amal jihadiyah ini. melainkan kita menindak lanjuti proses amal ini. Agenda besar yang dapat kita lakukan adalah:

Pertama, Recovery tarbiyah, maksudnya adalah mengembalikan iklim tabawi seperti semula yang menanamkan sikap komitmen pada Islam sikap kekokohan maknawi nilai-nilai dakwah. Begitu pula tentang apakah perjalanan liqa’ tarbawinya sebagaimana perjalanan di waktu normal. Juga kondisi ruhaniyah dan moral para kader dakwah yang selalu menjadi pijakan dasar bagi para kader apakah dalam kondisi prima ataukah sebaliknya.

Kedua, Taushi'atul Junud : sesudah banyak orang yang berhimpun dalam barisan dakwah ini maka kita harus memberikan hak tarbiyah mereka. Apalagi mereka pun sesungguhnya sangat menanti kehadiran kader dakwah untuk boleh membina diri mereka dan menjadikan mereka sebagai bagian dari mesin besar dakwah ini.

Ketiga, Ta'amuq Dzaty, memperdalam kualitas dan kemampuan diri. Sudah kita ketahui bahwa semakin banyak amanah yang dipercayakan umat kepada kita maka harus semakin meningkat kualiti dan kemampuan kita untuk dapat menunaikannya. Dan sekarang amanah yang diserahkan kepada kita pun dengan urusan yang beragam. Sehingga kita pun selayaknya memperdalam kemampuan kita untuk dapat menyelesaikan urusan orang banyak yang beragam itu.

Keempat, qudrah lish shadamah, kemampuan untuk berbentur, semakin tinggi pohon menjulang maka semakin banyak angin yang menggoyang. Bila ini dikaitkan dengan dakwah maka semakin tegaknya bangunan dakwah amak semakin banyak pula ujian pada dakwah ini. baik ujian yang menyenangkan atau ujian yang menyusahkan. Oleh karena itu kader-kader dakwah perlu membentengi diri sehingga boleh menghadapi benturan apapun yang manghadangnya.

Kelima, Taqwiyatu Billah, memperkokoh hubungan dengan Allah SWT. yang dapat menjadikan diri kita mampu dan kuat tidak lain karena hubungan yang kuat pula pada Allah SWT. sehingga kita tidak boleh mengabaikan amal-amal yang menghantar diri kita ke arah itu. Dan amaliyah ini sedapat mungkin menjadi harian kader yang selalu menghias pada jiwa dan raganya. Wallahu 'alam bishshawab.

Thursday, April 19, 2007

Amal Tak Kan Pernah ku hentikan


Perang Badar baru saja selesai. Namun peristiwa itu tidak boleh hilang begitu saja di benak para sahabat. Karena Badar merupakan pengalaman mereka yang pertama dalam keramaian genderang perang. Pengalaman yang menorehkan lukisan indah sebagai sebuah potret pengorbanan dan kesetiaan pada Islam. Sehingga dalam diri mereka masih terngiang-ngiang kejadian demi kejadian yang baru mereka alami.

Memang. Badar menjadi pemandangan yang menakjubkan dalam sejarah perjuangan kaum muslimin. Para sahabat sangat bersemangat untuk mengisahkan peristiwa tersebut. Karena betapa saratnya peristiwa perang Badar dengan sikap-sikap kepahlawanan kaum muslimin. Cerita yang mengalir deras itu membuat mereka keasyikan menceritakan pengalaman mereka hingga satu sama lain saling membanggakan perilaku mereka dan kadang juga memandang remeh apa yang telah dilakukan oleh yang lainnya. Lalu muncullah sikap kekeliruan mereka dengan mengatakan bahwa, 'Anshorlah yang lebih hebat, Muhajirinlah yang lebih unggul, 'Auslah yang lebih kesatria, Khajrazlah yang tak tertandingi', dan sikap-sikap hubbul ghurur wa zhuhur lainnya.

Peristiwa itu nyaris menjadi sengketa di kalangan mereka. Dan ini dimanfaatkan kaum Yahudi untuk mengadu domba kaum muslimin. Musuh-musuh umat Islam itu pun memanas-manasi kaum muslimin dengan membangkitkan watak-watak jahiliyah. Lantaran diantara mereka saling membanggakan dirinya kemudian berujung pada pendirian masing-masing yang ingin membuktikan kehebatannya. Sehingga terdengarlah seruan, 'senjata……., senjata………, mari kita buktikan siapa yang paling hebat'. Kejadian itu pun sampai ke telinga Rasulullah SAW. beliau amat geram dengan sikap para sahabat yang keliru itu. Lalu Allah SWT. mengingatkan mereka dengan turunnya Q.S. Ali Imran: 100 - 102

"Hai orang-orang yang beriman jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman. Bagaimanakah kamu sampai menjadi kafir padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepadamu dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu?. Barang siapa yang berpegang teguh kepada agama Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kau mati melainkan dalan keadaan beragama Islam. Dan berpegang teguhlah kamu semua kepada tali agama Allah dan janganlah kamu bercerai berai dan ingatlah akan nikmat Allah kepada ketika kamu dahulu masa jahiliyah bermusuh-musuhan maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat itu orang-orang yang bersaudara. Dan kamu berada di tepi jurang neraka lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk".

Sesudah itu Rasulullah SAW. melihat ada hal yang amat penting dari peristiwa itu adalah kaum muslimin mengalami waktu relaks dalam amaliyah dakwah. Hal ini sangat berpengaruh pada perilaku sahabat yang mudah menyimpan memori kenangan indah dan dapat membangkitkan sikap keliru tadi. Sehingga sesudah itu beliau memberikan amaliyah yang mantap dan terus menerus tanpa henti untuk menunaikan tugas dakwah ini. Maka sesudah kejadian itu kaum muslimin melakukan beberapa ekspedisi ketenteraan hingga perang Uhud.

Amal Datang Tanpa Kenal Henti

Perjalanan waktu seiring dengan berjalannya amal. Bahkan keduanya saling berdatangan. Kadang waktu mampu menyelesaikan sebuah amal. Namun kadang pula amal datang tanpa mampu ditunaikan meski telah berlalu beberapa waktu. Malah sering kali amal itu lebih banyak dari waktu yang tersedia sehingga ia tidak boleh diselesaikan oleh satu waktu atau satu generasi akan tetapi ia diselesaikan oleh waktu yang lain atau generasi berikutnya.

Kedatangan amal yang tak kenal henti sudah menjadi tabiat alam semesta. Selama putaran alam ini tidak pernah berhenti maka selama itu pula putaran amal yang tak kan henti. Meski demikian bagi seorang kader dakwah putaran waktu yang seiring dengan putaran amal bukanlah sesuatu yang harus dihindari melainkan perlu diambil bahagian agar dapat mengikuti alur perjalanan waktu dan amal. Seorang ulama dakwah telah lama mengingatkan murid-muridnya dengan menyatakan 'mengalirlah bersama amal-amal ini niscaya ia akan mengalirkan dirimu'. Karena itu catatan yang perlu kita tulis adalah jangan sampai mengabaikan kesempatan dan peluang yang telah diberikan kepada kita. Namun bila hal ini terabaikan maka nikmat kesempatan itu menjadi sia-sia. Rasulullah SAW. telah mengingatkan bahwa, 'ada dua kenikmatan yang sering dilupakan manusia yakni kesempatan dan kesehatan'. (HR. Muslim).

Jangan Pernah penat Dalam Beramal

Tidak dinafikan lagi bahwa tabiat seorang mukmin sejati adalah bekerja, bekerja dan terus bekerja. Sehingga seluruh waktunya selalu diukur dengan produktiviti amalnya. Karena itu diam tanpa amal menjadi aib bagi orang beriman. Mereka harus mencermati peluang-peluang untuk selalu berbuat. Maka perlu diingat bahwa 'ngangur' dapat menjadi pintu kehancuran. Tidaklah mengherankan bahwa banyak ayat maupun hadits yang memberikan motivasi dan rangsangan agar selalu berbuat dan menghindari diri dari sikap malas dan lemah untuk berbuat. Untuk itu Rasulullah SAW. menyegerakan para sahabat melanjutkan agenda lainnya sebab bila tidak, yang terjadi adalah peluang konflik sesama atau akan disibukan dengan hal-hal remeh.

'Pikiran tak dapat dibatasi, lisan tak dapat dibungkam, anggota tubuh tak dapat diam. Karena itu jika kamu tidak disibukan dengan hal-hal besar maka kamu akan disibukan dengan hal-hal kecil'. (Abdul Wahab Azzam).

Ritma kehidupan orang yang beriman selalu terus hidupnya yang selalu berputar maka sesudah selesai menunaikan satu tugas maka ia harus menyiapkan dirinya untuk menunaikan tugas besar lainnya. Bentuk yang demikian dapat menyehatkan diri dan amalnya karena ia dapat memanfaatkan waktunya dan dapat mengukir goresan indah dalam waktunya. "Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain". (Q.S. Al Insyirah: 7).

Bila perjalanan amal yang begitu panjang sering terjadi dalam kehidupan ini maka tidak ada pilihan lain kecuali mempersiapkan diri untuk mengarunginya. Salah satu penyiapan yang amat perlu dimiliki adalah sikap tidak pernah lelah dalam amal. Karena sikap lelah dan terus merasa lelah akan memperkecil potensi produktiviti dan akan mengurangkan tenaga untuk berbuat. Maka kita perlu memerangi kelelahan kita. Boleh dengan recovery tarbiyah dengan mendisplinkan diri dalam menerapkan manhaj, rehlah, siyahah atau amal-amal tarbawi lainnya. Rasulullah SAW. pun menyuruhnya 'rehatkanlah hatimu karena hatimu tidak terbuat dari batu'.

TO BE CONTINUED ...
UBAT LEMAH IMAN
«اللْهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، وَخَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا»
(O Allah! Give my soul its good. You are its Guardian and Master, and the best to purify it.)'' Another Hadith Imam Ahmad recorded that Zayd bin Arqam said that the Messenger of Allah said,

«اللْهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْز وَالْكَسَلِ، وَالْهَرَمِ وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ. اللْهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا. اللْهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَدَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا»

(O Allah! Verily, I seek refuge with You from weakness, laziness, senility (of old age), cowardliness, stinginess and the torment of the grave. O Allah! Give my soul its good and purify it, for You are the best to purify it. You are its Guardian and Master. O Allah! Verily, I seek refuge with You from a heart that is not humble, a soul that is not satisfied, knowledge that does not benefit and a supplication that is not answered.) Zayd then said, "The Messenger of Allah used to teach us these (words) and we now teach them to you.'' Muslim also recorded this Hadith.

Wednesday, April 11, 2007

I believe, there is no copyright in Islam. Justeru, ana meng'copy' karangan di bawah ini drpd blog seseorang yg ana tak kenal pun, lalu mem'paste'nya di blog ana ni... Since, ada yang banyak bertanya tentang isu yang ana sendiri tidak expert ini... So, cerpen bawah ni, ade banyak pengajaran insya-Allah...

.....................................................................................

Aku Tinggalkan Cintaku Kerana Allah

Wahai teman-teman sekalian,

Kisah ini datang dari lubuk hati saya sendiri, apa yang saya rasa dan apa yang saya alami sendiri. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah s.w.t tetapkan kepada saya dan kita semua orang yang beriman dengan-Nya. Kisah ini saya khabarkan agar apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya sendiri untuk hari-hari kemudian.

Saya sama seperti orang lain, punya keinginan untuk menyayangi dan disayangi. Walau bagaimanapun, tidak mudah bagi saya untuk jatuh hati pada seorang wanita. Saya tidak mencari seorang wanita untuk dijadikan kekasih, tetapi saya mencari seorang teman pendamping hidup saya hingga ke akhir hayat saya. Seorang yang boleh mengingatkan saya kiranya saya terlupa, dan yang paling penting wanita yang amat saya percayai
untuk mendidik anak-anak saya kelak dan generasi yang akan lahir daripada keluarga kami nanti.

Untuk itu, sejak di bangku sekolah lagi saya telah letakkan beberapa syarat bagi seorang wanita untuk hadir dalam hidup saya, dan dialah orangnya.

Dalam masa beberapa bulan saya belajar di sebuah pusat pengajian tinggi di Petaling Jaya, banyak perkara yang telah saya pelajari. Yang paling penting buat saya ialah, bagaimana saya mula mengenali wanita-wanita dalam hidup saya kerana saya sejak dari sekolah rendah belum pernah bergaul secara langsung dengan seorang wanita pun dan saya amat peka terhadap larangan pergaulan antara lelaki dan wanita kerana saya bersekolah di sebuah sekolah menengah agama lelaki berasrama penuh. Lantaran itu, saya tidak pernah punya hati untuk memberi cinta atau menerima cinta walaupun
peluang itu hadir beberapa kali.

Saya mula mengenali si dia apabila kami sama-sama terpilih untuk mengendalikan sebuah organisasi penting di tempat kami belajar. Ditakdirkan Allah s.w.t, dia menjadi pembantu saya. Dari situlah perkenalan kami bermula.

Dia seperti yang telah saya ceritakan, bertudung labuh dan sentiasa mengambil berat tentang auratnya terutama stokin kaki dan tangannya. Itulah perkara pertama yang membuatkan saya tertarik padanya.

Dia amat berhati-hati dalam mengatur butir bicaranya, bersopan-santun dalam mengatur langkahnya, wajah yang sentiasa berseri dengan iman dan senyuman, dan tidak pernah ke mana-mana tanpa berteman.

Suaranya amat sukar kedengaran dalam mesyuarat kerana dia hanya bersuara ketika suaranya diperlukan dan tidak sebelum itu. Saya melihat dia sebagai seorang mukminah solehah yang amat menjaga peribadinya dan maruah dirinya. Saya tidak pernah bercakap-cakap dengannya kecuali dia punya teman di sisi dan atas urusan rasmi tanpa panjangkan-panjangkan.

Saya seorang yang amat kuat bersembang dan sentiasa punya modal untuk berbual-bual seperti kata teman saya, tetapi dengan dia saya menjadi amat pemalu dan amat menjaga. Bagi saya, itulah wajah sebenar seorang wanita solehah. Dia mampu mengingatkan orang lain dengan hanya menjadi dirinya, tanpa perlu berkata-kata walau sepatah.

Pada hari terakhir saya di sana, saya punya tugas terakhir yang perlu saya selesaikan sebelum saya melepaskan posisi saya dan semua itu melibatkan dia. Sebaik sahaja semua kerja yang terbengkalai itu siap, saya mengambil peluang untuk berbual-bual dengan dia. Saya bertanya perihal keluarga dan apa yang dia rasa bertugas di samping saya untuk waktu yang amat sekejap itu.

Alhamdulillah dia memberikan respon yang baik dan dari situlah saya mula mengenali dengan lebih dalam siapa sebenarnya pembantu saya ini.

Namun, apa yang memang boleh saya nampak dengan jelas, dia amat pemalu dan dia amat kekok semasa bercakap dengan saya. Selepas itu barulah saya tahu, sayalah lelaki pertama yang pernah berbual-bual dengan dia bukan atas urusan rasmi sebegitu. Di
situlah saya mula menyimpan perasaan, tapi tidak pernah saya zahirkan sehinggalah saya berada jauh beribu batu daripadanya.

Semasa saya berada di Jordan, saya menghubunginya kembali dan menyatakan hasrat saya secara halus agar dia tidak terkejut. Alhamdulillah, dia menerima dengan baik dan hubungan kami berjalan lancar selama empat bulan sebelum saya balik bercuti ke Malaysia. Kadang-kadang saya terlalai dalam menjaga hubungan kami dan dialah yang mengingatkan. Dialah yang meminta agar kami mengehadkan mesej-mesej kami agar tidak terlalu kerap. Semua itu menguatkan hubungan kami dan bagi saya dialah teman hidup yang sempurna buat saya.

Walau bagaimanapun, sewaktu saya pulang ke Malaysia bulan lepas, ummi dapat menghidu perhubungan kami. Saya tahu ummi tidak berapa suka anak-anaknya bercinta tetapi saya tidak pernah menjangka ummi akan menghalangnya. Tetapi perhitungan saya silap, amat silap.

Buat pertama kali, adik perempuan saya memberitahu ummi sudah tahu perihal saya dan ummi tidak suka.

Saya tidak pernah menganggapnya sesuatu yang serius sehinggalah ummi bercakap secara peribadi dengan saya pada satu hari. Saya masih ingat lagi kata-kata ummi yang buat saya tak mampu membalas walau sepatah.

"I haven't found any entry in Islam that permit what you are doing right now. I haven't heard from anyone that love before marriage is permitted. But I know there's no relationship between male and female except for what is very important and official between them. So, may I know what kind of relationship you are having now and I want to hear it from your mouth that it is legal in what you have been learning until now."

"Not a single phrase, nor a word."

"My sweetheart, if you want to build a family, a faithful one, you can never build it on what Allah has stated as wrong and proven false by the way Rasulullah p.b.u.h has taught us. A happy and blessed family come from Allah, and you don't even have anything to defend it as blessed if the first step you make is by stepping into what He has prohibited. You can't have a happy family if Allah doesn't help you so, and you must know in every family that stands until their dying day, they have Allah on their side. You can't expect Him to help you if you did the wrong step from the very beginning."

Saya tiada kata untuk membalas kerana semuanya benar. Saya tahu kebenaran itu sudah lama dulu, tetapi saya tak mampu untuk melawan kehendak nafsu saya sendiri. Saya akui, saya tertipu dengan apa yang dipanggil fitrah, dan apa yang dipanggil sebagai keperluan manusia.

Cinta tak pernah membawa kita ke mana, andai cinta itu bukan dalam
lingkungan yang Allah redha. Tiada cinta yang Allah benarkan kecuali selepas tali perkahwinan mengikatnya.

Itulah apa yang telah saya pelajari lama dahulu dan dari semua kitab Fiqh yang saya baca, tiada satu pun yang menghalalkannya. Saya tahu kebenaran ini sudah lama dahulu, tetapi saya tidak kuat untuk menegakkannya.

Saya tidak mampu untuk menundukkan kemahuan hati saya. Dan kata-kata ummi memberikan saya kekuatan untuk bangkit kembali dari kesilapan saya selama ini.

Ummi berkata:

"It's not me who want you to make a decision like this, but Allah tells you so."

Saya percaya, itulah yang terbaik buat saya dan dia. Dengan kekuatan itulah saya terangkan kepadanya, dan alhamdulillah dia faham. Amat faham. Walaupun air matanya seakan air sungai yang tidak berhenti mengalir, tetapi dia tahu itulah yang terbaik buat kami. Dia meminta maaf kepada ummi kerana menjalinkan hubungan yang tidak sah
dengan saya, tetapi ummi memberi isyarat, janganlah bimbang. Andai ada jodoh kamu berdua, insya-Allah, Dia akan temukan kamu dalam keadaan yang jauh lebih baik dari sekarang.

Hidup saya sekarang lebih tenang kerana tiada apa yang menggusarkan hati saya lagi. Hidup saya lebih suci dan saya boleh bercakap kembali tentang agama saya dengan lebih bebas tanpa dihantui oleh perasaan berdosa.

Bagi saya, dan dia, inilah saat untuk kami muhasabah kembali diri kami dan kami betulkan kembali segala kesilapan yang telah kami buat. Inilah saat untuk kami kejar kembali cita-cita kami dan sediakan diri untuk menjadi seorang ibu dan ayah yang berakhlak mulia dan berperibadi tinggi.

Inilah masanya kami insafi kembali keterlanjuran kami dahulu dan memohon moga-moga Allah sudi maafkan kami.

Sesungguhnya Ya Allah, aku insan yang sangat lemah. Aku tidak mampu melawan godaan syaitan yang tidak pernah jemu, juga hambatan nafsu yang tidak pernah lesu.

Ampunkanlah aku.

Walau bagaimanapun, perpisahan ini hanya untuk sementara. Saya telah berjanji dengan diri saya sendiri, dialah yang akan jadi teman hidup saya nanti. Sesungguhnya pencarian saya untuk seorang calon isteri telah berakhir. Insan seperti dia hanya satu dalam seribu. Mana mungkin saya melepaskan apa yang amat berharga yang pernah
hadir dalam hidup saya. Insya-Allah, sekiranya Allah s.w.t panjangkan umur, sebaik sahaja saya tamatkan pengajian saya di sini, saya akan kembali ke Malaysia dan melamarnya untuk menjadi permaisuri di hati saya. Insya-Allah, saya akan setia menunggu saat itu, dan saya akan berusaha sedaya-upaya saya untuk mengekalkan kesetiaan saya.

"Sekiranya kita telah bertemu dengan seorang insan yang amat mulia sebagai teman dalam hidup kita, janganlah lepaskannya kerana kita tidak tahu bilakah pula kita akan bertemu dengan insan yang seumpamanya."

Siapakah lagi dalam dunia ini yang menjaga adab berjalan antara lelaki dan perempuan sebagaimana yang ditunjukkan oleh Nabi Musa a.s dan puteri Nabi Syuaib a.s beribu-ribu tahun dahulu?


.....................................................................................

Menyingkap tirai hati
Mengintai keampunan
Di halaman subur rahmat-Mu, Tuhan
Tiap jejak nan bertapak
Debu kejahilan
Akan ku jirus dengan madu keimanan

Tak ternilai airmata dengan permata
Yang bisa memadamkan api neraka
Andai benar mengalir dari nasuha nurani
Tak kan berpaling pada palsu duniawi

Destinasi cinta yang ku cari
Sebenarnya terlalu hampir
Hanya kabur kerana dosa di dalam hati
Telah ku redah daerah cinta
Yang lahir dari wadah yang alpa
Tiada tenang ku temui
Hanya kecewa menyelubungi


C/O
Ku gelintar segenap maya
Dambakan sebutir hakikat
Untuk ku semai menjadi sepohon makrifat
Moga dapat ku berteduh di rendang kasih-Mu

Namun ranjaunya tidak akan sunyi
Selagi denyut nadi belum berhenti
Durjana syaitan kan cuba menodai
Segumpal darah bernama hati
(Destinasi cinta Ilahi)

Lestarikan wadi kalbuku, oh Tuhanku
Leraikan aku dari pautan nafsu
Biarpun sukar bagiku melamar redha-Mu
Namun masihku mengharap ampunan-Mu
Wahai Tuhanku… Ya Allah…


.....................................................................................

O Allah, I implore you, give me sincerity in pursuing Your love, in building my trust and love towards Rasullallah and, let not be in my heart any loves that will deviate me from you..

.....................................................................................

In pursuit of Allah's pleasure..
Aku cuba berteduh di
::rimbun keampunan::

Ku mengintai ketenangan di antara kekalutan

Kerana keinginan tidak pernah kesampaian
Ku kutip sisa-sisa dari segala keruntuhan
Bangkit semula meneruskan baki perjalanan

Ku menghimpun kekuatan ku memohon ketabahan
Meredah gelombang hidup dan dugaan mencabar
Ku anggap kegagalan bukan suatu kekalahan
Tapi suatu kejayaan yang masih tertunda

Ku meminta diberikan sejenak kesempatan
Untuk ku ulangi kembali langkah pertama
Keperitan yang ku rasa mengajar erti kesabaran
Menyedarkan ku insan memerlukan Mu Oh Tuhan

Di rimbun keampunan ku mencari keredhaan
Melerai segala kusut dan kecamuk dihati
Ku cari kejernihan di segenap ruang maya
Masih ku sedar ku sedang diperhatikan Mu Oh Tuhan

Betapa aku sangat menyukai nasyid ini, bukan kerana iramanya, tetapi kerana liriknya. Hehe, pada suatu masa dulu, semasa saya pernah naik kereta bersama Cik Bubbly, kami buat "tafsir" lagu Jalan Dakwah.. Hehe.. (Tafsir Al Quran dah habes hadam? :P)
Hehe, kali ni nak bersama akhawati mendalami lagu ini... Kesimpulan yang dapat kita buat,
adalah...


"Dan orang-orang yang berjihad (juang habis-habisan) untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" Surah Al Ankabut:69

Aku (saya) baru pulang dari pemusafiran. Namun, insya-Allah, moga amalku tidak diikat dengan tanah. Jazakumullahukhayr kepada semua yang telah membantu serta mengajarku pelbagai perkara. Moga Allah redha, walau mungkin saya terlupa nama anda, tetapi, insya-Allah Allah akan mengingati anda dan mengganjarkan setiap kebaikan yang anda lakukan untuk orang lain. Mintak maaf salah silap.... Mudah-mudahan, Allah mengurniakan ku hati yang baik, moga aku tergolong di kalangan orang yang muhsiniin/muhsinaat. Tapi kalau ikut ayat di atas, al-muhsiniin merupakan orang yang berhabis-habisan untuk mencari keredhaan Allah.... Tough job to get that title!!

I'm a little fish, once swimming in a pond, now I'm the wide ocean.. Expect the unexpected...
Moga setiap detik masa, adalah amal untukNya..

Allahua'lam.

Friday, April 06, 2007

salam..
ana kini berada di negara yang telah dilawati oleh mursidul am ikhwanul muslimin,mustafa masyhur.. lalu menyebarkan gelombang islah ke sini.. teka negara apa? hehe... moga saya dapat ikut jejak langkahnye

saya sangat gumbira.. kat sini ada Aldi.. pegi UK ade Aldi juge.. Ireland ade Aldi juga.. teringat di Australia dulu.. saat2 kita down sket oleh kerana dapat ahu Safeway telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan israel.. huh! harus diboikot.. lalu Aldi pun ditakdirkan aAllah, dibuka di Franlin St... Menawarkan range of products zang even lebih best dari Homebrand :-P

negara yang saya dok skrang ni, adalah negara asal usul Aldi.. hehe....

cuba teka :-P

Wednesday, March 21, 2007

PANDUAN BELAJAR ISLAMI
(plagiarise sorang akhawat ni punye ni :P)
Syarikat Motivasi Hidayah Sdn Bhd
Kenapa study - hadaf jelas!*before study:-Cari tpt yg sesuai.-Ltk setiap madah tpt berasingan-mudah capai.-Ambil berat cara duduk-lama!-Semua peralatan cukup-ada depan mata.-tpt selesa-jauh dr bunyi bising etc.-terus muraja'ah - SEGERA!*macam mana nak muraja'ah.-pastikan muqarrar subject nak muraja'ah.-buat 'time schedule'- bahagikan seminggu semua subject.-bahagi waktu sesuai dgn subject-subject susah-lama-ada waktu rehat.-ihtimam dgn baca quran + solat - tolong tanzimkan kerja.-bagi satu hari in a week to summarize all subject-yg study dlm minggu tu-bagi dua hari in a month to summarize all subject-yg study dlm bulan tuh.-buat jadual-hadkan subject yg nak study everyday..MUHIM: ikut jadual!!!*muraja'ah - how to start.-baca sepotong ayat quran-suara/dengar/tarkiz.-doa.-mulakan dgn madah yg suka/senang..baru yg susah.-muzakarah stp hari perlu ada-yg kena hafal/faham/selesaikan.-hadkan bahagian satu madah yg nak muzakarah.Steps:- Baca laju.- Tanda noktah ptg! gariskan.- Tulis noktah ptg pd kertas yg berlainan.- Hafal elok2 nokthah tue..- Baca balik sekali kat buku.- Tulis/sebut balik yg dah baca/hafal - betulkan- Buat soalan sendiri - betulkan.-jaga masa 'alwaqtu huwal hayah'-tulis kerja dr pagi b4 ke kuliah! susun ikut priority..b4 tidur hisab perlaksanaan kerja harian.-ingat beberapa jenis jadual - jadual harian/mingguan..-ambil waktu rehat mencukupi-ambil berat soal pemakanan.-ingat , kita akan lupa in 24 hours.Baca/study dlm 1 jam, pastu selang ngan something dlm 5 minit (dgr nasyid ke, ziarah kawan study ke..bahaya nih), pastu muraja'ah balik!-letak dlm pemikiran-kejayaan utk masa depan-tafawwuq utk diri/family/ummah-ISLAM.-jgn -ve, think +ve, susah - tanya sampai dapat solve the problem.-Cabar diri sendiri & jgn letak satu benda tak bleh - sabar dan cuba dapatkan!-cuba faham elok2, buat apa cari sekalipun utk faham/ingat-buat peta minda/cerita etc.-peruntukkan masa dgn kawan2 kat kuliah/rumah- nak selesaikan musykilah-jwb masalah.-jgn tinggal sikit pun benda yg tak paham wp benda tue sikit-hilang maklumat.-tpt yg berasingan dgn buku, buat ringkasan - satu maudu', nota ringkas @ peta minda - understand overall satu topic.-cepat2 berwudhu' & solat - bila masuk waktu > berwudhu' dpt kembalikan kecergasan.*camne nak hafal!-pilih time yg sesuai:*waktu sahur-sblm fajar*slps subuh-time rezeki (jgn tidur lps subuh tau..tak elok :))*nisfu nahar-sblm ghada'-jgn cuba hafal benda yg tak faham-jgn hafal banyak2 nokthah ptg satu subjek dlm satu masa - bercelaru & tercampur!-baca doa..-cuba kaedah nie.. # baca & pandang kertas# hafal-guna suara yg didengar.# tulis yg dah hafal banyak kali.-guna cara kad2 - tulis apa yg dah hafal pd kertas @ kad kecil, letak dlm poket..baca berulang2..dlm kenderaan etc-takkan lupa dlm jangkamasa yg lama.-baca syarah maklumat lps hafal point*Camne nak FAHAM.-hafal bkn satu2 wasilah utk ingat, faham-asas.-baca tajuk-keseluruhan banyak2 kali.-Cuba faham satu2 tajuk-cite pasal apa-natijah-apa makna.-jgn tinggal wp satu kalimah tak faham-sekiranya kalimah tue beri kesan pada fahaman keseluruhan.-kalau payah sangat - tanya org lain.*Musykilah STUDY.-Banyak berangan!tak leh tumpu:*guna suara yg kuat.*cuba lupa apa yg dok piker!*ada penyakit-cek.*selesaikan masalah-tanya kawan. -Malas/Futur:*tukar tpt-bilik lain,bawah sutuh,hadiqah.*cepat2 dengar kaset quran/nasyid-kembalikan nasyat.*peruntukkan masa rehat-tp jgn lebih2.*doa-mitak tlg ngan Allah-zikir.*mintak tlg ukhti - selesaikan masalah.*malas sbb tertinggal madah banyak-cuba cover-cari cikgu.-Lupa*ulang2..ulang2 dan terus ulang!

Tuesday, March 20, 2007

continue from previous entry....

2. Dzaka’ Fikri

Umat Islam dibekali Allah SWT. intelektual yang cerdas. Di antaranya daya ingat yang tajam, sistematik dalam berpikir dan merumuskan persoalan, menyikapi persoalan secara simpel dan lain sebagainya, seperti kemampuan umat Islam menghafal Al Qur’an dan Hadits serta rumusan berpikir dalam ilmu mantiq.

Keistimewaan ini karena kasih sayang Allah SWT. pada orang-orang mukmin. Keimanan yang bersemayam dalam dada mukmin menghantarkan mereka memiliki kecerdasan intelektual. Rasul SAW. memberikan petanda orang yang cerdas intelektualnya adalah fokusnya pada satu titik yang jelas, berpikir cerdas sehingga tidak mudah tertipu dan selalu dalam keadaan siap siaga.

"Apabila cahaya Islam telah masuk ke dalam hati maka hati akan menjadi terang dan lapang. Para sahabat bertanya: apa tanda-tandanya ya Rasulullah?. Beliau menjawab: Kembali kepada negeri yang abadi, jauh dari tipu daya dan mempersiapkan kematian sebelum datangnya kematian”. (H.R. Thabari).

Kecerdasan intelektual juga akan memberikan jalan keluar ketika menghadapi keadaan sulit. Bentuknya dapat berupa alternatif pemecahan yang beragam, menaklukkannya melalui cara yang ringan dan lain sebagainya.

Rasulullah Saw. ketika berhadapan dengan para pencari rahsia kafir di Perang Badar, beliau ditanya dari mana anda?. Beliau menjawab: ana minal ma’a (saya dari air). Sementara si-kafir menyangka Rasul dari tempat yang bernama ma’a (wilayah Jordan).

Abu Bakar as. pun pernah mengalami hal yang sama ketika menyertai perjalanan hijrah Rasulullah SAW. ke Madinah. Pertengahan perjalanan Abu Bakar as. berjumpa dengan peserta sayembara pembunuhan terhadap Rasulullah SAW. Abu Bakar as. ditanya: Siapakah orang yang berada di depanmu itu?. Abu Bakar as. menjawab: Huwal Hadi (dia petunjuk jalanku). Petunjuk jalan yang dimaksud Abu Bakar as. adalah yang menunjuki jalan dari jalan kegelapan jahiliyah kepada jalan terang benderang Islam. Sedangkan orang kafir mengira orang yang di depan Abu Bakar as. adalah pemandu perjalanan.

Kecerdasan intelektual memunculkan rumusan yang boleh digunakan untuk mewujudkan sebuah tumuhat. Karenanya peranan kecerdasan intelektual sangat berarti terhadap pencapaian tumuhat.

3. Dzaka’ Jismi

Amal Islam lebih banyak dari pada waktu yang ada, dan sedikit orang yang dapat memikulnya. Banyaknya amal dalam Islam memerlukan orang yang siap dan mampu menunaikannya. Di antara kriterianya adalah mereka yang memiliki kecerdasan fizikal. Maksudnya adalah mereka yang mempunyai tubuh yang kuat dan sehat.

Tidak sedikit tugas dan tanggung jawab dalam Islam akan terlaksana dengan baik bila dilakukan oleh badan yang sehat dan kuat. Misalnya dalam beribadah, akan terasa nikmat dalam menjalankan ibadah apabila keadaan badan dalam keadaan sehat. Akan tetapi bila keadaan tubuh menurun apalagi sakit, pelaksanaan ibadah sering mengalami ketidaksempurnaan.

Hasan Al Banna sangat perhatian dalam masalah kekuatan dan kesehatan badan untuk mencapai kecerdasan fizikal ini. Perhatian beliau baik yang bersifat ajakan, pencegahan dan pemeriksaan. Kita dapat jumpai pandangan beliau dalam wajibatul akh (kewajiban al akh) di Majmu’atur Rasail.

Orang yang sehat dan kuat berpeluang menunaikan tugas dan kewajiban dengan baik. Bahkan dapat melaksanakannya secara optimun untuk mencapai afdholiyatul amal. Ia akan dapat menyelesaikan tugasnya, sanggup pula membantu tugas orang lain serta mampu memberikan saham kepada ramai orang. Oleh itu fahamlah kita bila Allah SWT. lebih menyukai mukmin yang sehat dan kuat dari pada mukmin yang lemah, sebagaimana sabda Rasulullah SAW.:

"Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah meskipun keduanya dalam keadaan baik". (HR. Muslim)

Fizikal yang cerdas juga menentukan keberhasilan pencapaian tumuhat. Ia akan dapat mengukur sejauh mana dan seberapa besar kemampuan diri untuk merealisasikannya. Tidak kalah penting juga ia dapat menilai kemampuan dirinya untuk menghadapi berbagai kendala dalam mewujudkan tumuhat tersebut.

4. Dzaka' Amali

Kecerdasan amal merupakan sikap tanggap dan cepat dalam merespon sesuatu dengan tindakan yang nyata. Sikap inilah yang mendorong seseorang untuk terdepan dalam beramal. Tidak menunda-nundanya hingga hilang kesempatan untuk menjadi pemula dan peneraju.

Islam menganjurkan kita selalu menjadi yang terdepan. Baik dalam beribadah kepada Allah SWT. juga dalam bermuamalah antara manusia seperti shalat, bersedekah, beramal shalih, bergotong royong ataupun yang lainnya.

Demikian juga dalam kehidupan Rasulullah SAW banyak kita temukan riwayat tentang kesegeraan beliau untuk menunaikan sesuatu dengan cepat. Dalam suatu riwayat, sesudah salat Rasulullah SAW. pernah segera berdiri lalu melangkahi orang lain kemudian masuk ke salah satu bilik isterinya. Para sahabat juga hairan dengan kejadian ini. Tidak lama kemudian beliau segera kembali ke tempat semula, sesudah itu beliau ceritakan bahwa dia tadi teringat ada emas yang harus segera dibagi-bagikan. Maka beliau perintahkan isterinya untuk secepat mungkin membagi-bagikan emas tersebut.

Rasulullah SAW. bersabda: "Bersegeralah kalian beramal shalih sebab akan terjadi fitnah besar bagaikan gelap malam yang sangat gulita". (HR. Muslim)

Kecerdasan amal membentuk si pemiliknya untuk segera berbuat sebelum orang lain sempat berpikir. Melalui hal ini tumuhat akan relatif cepat untuk tercapai.

Monday, March 19, 2007

"Wahai manusia, kami akan mempersiapkan diri dengan bekal yang kami miliki (iman dan keyakinan), dan kami akan menggenggam dunia sebagaimana para pendahulu kami" (Hasan Al Banna, Majmu’atur Rasail)

"Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan". (QS. Al Ahzab : 23)

Suasana Perang Ahzab begitu mencekam lantaran rasa lapar dan dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Persoalannya ditambah lagi dengan pengepungan orang-orang kafir beserta kuncu-kuncunya. Namun rasa suka dan gembira tetap terserlah di wajah Rasulullah SAW. dan para sahabatnya. Terpancar dari raut wajah mereka perasaan optimis yang besar untuk menyambut kemenangan.

Ketika beliau bersama para sahabat menggali parit, terdapat bongkahan batu yang keras sehingga mereka menyerahkannya pada Rasulullah SAW. Beliau pun memecahkan batu tersebut dengan palu kuatnyanya. Pukulan Rasulullah SAW. memercikkan api. Waktu itu beliau mengucapkan Subhanallah. Kejadian itupun berulang lagi hingga tiga kali. Hal ini menakjubkan para sahabat.

Kemudian Rasulullah SAW. menceritakan bahwa tatkala muncul percikan api, terpancar gambaran istana Farsi disusul dengan istana Rom dan selanjutnya istana Mauqaqis. Beliau mengatakan sebentar lagi istana Persia menjadi milik kita, istana Rom akan kita taklukan dan istana Mauqaqis akan kita miliki. Pernyataan tersebut disambut dengan ucapan gembira dari para sahabat, Allahu akbar wa lillahilhamd.

Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, betapa Rasulullah SAW. telah mendidik para sahabatnya untuk berjiwa besar. Dengan jiwa besar, mereka mampu membangun tumuhat meski dalam keadaan lapar, dingin, terkepung dan mencekam. Inilah thumuhat dakwah dan tarbawiyah (pandangan dakwah dan tarbiyah). Tumuhat yang luar biasa. Tidak pernah terbayangkan oleh pikiran ramai orang ketika itu. Keadaan yang mencekam, lapar yang menggeliat, dingin yang menusuk. Namun keyakinan akan memperoleh kemenangan selalu bersama mereka. Kemenangan yang akan datang segera atau kemudian.

Perwujudan tumuhat boleh datang dalam waktu yang relatif singkat dapat juga hadir di waktu mendatang. Malah realisasi dari sebuah tumuhat sering tidak di anggar oleh si pemiliknya. Memang terkadang tumuhat lebih panjang dari pikiran orang bahkan ia lebih panjang dari usia manusia itu sendiri. Meski demikian tumuhat selalu ada dalam dinamika kehidupan manusia, karena ia sebahagian dari tabiat manusia.

Keinginan-keinginan besar menjadi sebuah tabiat manusia sejak ada di muka bumi. Sejak lama kita mendengar ada ungkapan ingin memiliki dunia ini. Ada pula yang ingin hidup seribu tahun lamanya. Juga ada yang ingin bermegah-megah di muka bumi dengan segala kemewahan nya. Ada pula yang ingin menguasai kerajaan langit dan bumi dan masih banyak lagi keinginan besar lainnya. Keinginan besar ini sering pula mengarah pada hal-hal negatif namun tidak sedikit juga pada hal-hal positif. Keinginan besar yang bernilai negatif dinamakan thama’ (tamak, rakus), sedangkan keinginan besar yang bernilai positif dinamakan tumuh (tumuhat).

Sifat ini merupakan bagian dari kehidupan manusia maka semua kader semestinya juga memiliki tumuhat yang besar, meskipun dalam keadaan yang serba minima sarana(wasilah) dan prasarana. Akan tetapi satu hal yang tidak boleh terabaikan adalah bahwa tumuhat ini mesti bersandar kepada karunia dan kebaikan Allah SWT. sehingga Dia menganugerahkan kepada orang-orang mukmin sesuatu yang mahal nilainya. Yakni kecerdasan imaniyah (Dzaka imany) untuk mewujudkan keinginan-keinginan besar itu. Kecerdasan imaniyah ini perlu disokong dengan:

1. Dzaka’ Syu'ury (emosi)

Kecerdasan emosi yang dimaksud adalah kemampuan mengendalikan emosi hingga tidak mudah goyah ataupun patah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Rasulullah SAW. bersabda: Orang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan diri dan berbuat untuk hari esok (HR. Muslim).

Emosi terkadang cenderung mengikuti suasana yang terjadi di sekitarnya. Bahkan acap kali menggelembung kegilaan mengikuti irama sekelilingnya, sehingga berpotensi tidak dapat dikendalikan. Emosional yang tidak terkendali dapat mengakibatkan tumpulnya akal jernih. Dampaknya adalah lahir panik sehingga kehilangan jalan penyelesaian terhadap persoalan yang sedang dihadapi.

Nabi Musa as. pernah mengalaminya, ketika tiba di kampung halamannya sepulang dari negeri lain. Didapati kaumnya kembali pada perilaku yang menyimpang dari ajaran yang telah disampaikannya. Melihat kenyataan ini Nabi Musa as. sangat emosi. Apa yang telah dilakukan oleh Nabi Musa as? (QS. Al ‘Araf: 150 - 153)

Islam mengajarkan pemeluknya untuk mencerdaskan emosi. Emosi yang cerdas memberikan manfaat besar bagi si empunya. Daya pandang yang jernih, melihat persoalan dengan pandangan jauh ke depan serta jelas dan terangnya solusi yang harus diambil. Pencapaian tumuhat diperlukan juga kecerdasan emosional agar fokus-fokus sasaran yang hendak diraih dihadapi dengan perasaan dan jiwa yang tenang. Para ulama menyebutnya hal ini sebagai indera keenam, yaitu firasat mukmin.

"Takutlah kamu pada firasat orang mukmin karena mereka melihat dengan cahaya Allah". (HR. An Nasa’i)

to be continued...

Monday, March 12, 2007

:: NATIONAL GEOGRAPHIC SPECIAL : AMERICAN'S DEADLIEST GANG ::

National geographic, ini adalah rancangan TV yang telah diwajibkan oleh parents saya untuk saya tengok sejak saya kecil lagi. That means, semua kerja kena adjourn, dan kena pegi tengok National Geographic (NG). Walaupun NG ada kaitan ngan contribution terhadap Zionis, walaubagaimanpun, it has a lot of benefit that we can learn and gain to watch such documentary (rather than watching AF produced by Muslim, sigh**).
Hehe, in fact, banyak juga NG punya special series have bias fact apabila membicarakan tentang isu terrorism (as usual), but, let's expand our mind. Since there are no Muslims (that I know) come forward to produce an outstanding documentary series, or any other type of productions such as NG, Discovery Channel, etc. thus we cannot blame why the media may sometimes (or oftenly) giving the wrong impressions on what Islam is really is.
Well, this is actually a motivation for us, to strive hard in every field possible, so that we can contribute to ummah. Anyhow, credits to brave individuals such as Mustaffa Akad (who produced The Message and Lion of Dessert), producer of Muhammad The Last Messenger, and ada lah lagi yang tak tersenarai. But insha-Allah, Allah will regard and honour the efforts of the sincere ones.

Tadi, I've watched NG, on American's Deadliest Gang. Huh. The title explains. Well, the documentary was about Pelican Bay (sounds so friendly, macam nama National Park).. Hehe..
Well, you can surf the net about Pelican Bay State Prison (PBSP) here: http://www.corr.ca.gov/Visitors/fac_prison_PBSP.html
(Huhu. however, website ni tunjuk macam tempat ni just an ordinary penjara)

NG citer pasal PBSP, yang menempatkan the most dangerous, hazardous individuals who are the members of deadliest gangs in North America. When NG interviewed the wardens of PBSP, they commented,
"None of the prisoners here goes out from Pelican Bay without bringing new skills, they just do not become better, but worst," lebih kurang cam tu lah

"Blood in, blood out," ini adalah prinsip orang2 yang dah join certain gang. Maksudnya, diorang buat blood tie sesama ahli gang, tapi sape2 yang keluar dari gang tu, means "blood". He will be killed. As a result, walau diorang dah masuk penjara, diorang still berada dalam gang tu (tak mo taubat), sebab kalu "taubat" pun, bila kuar penjara akan kena bunuh dengan "member" gang dia tu...

NG tunjuk security yang sangat tight, dengan warden yang sangat bengis. Kalau the inmates/prisoners have the opportunity to communicate with each other, that means chaos! Catastrophe.

Warden tu ade tunjuk teknik2 diorang berkomunikasi such as lempar surat guna tali kecik ke cell yang berdekatan, dioarang communicate through batang paip sink. Imagine! These people are actually genius! They have their own code of language, which urge the FBI to take 1 week time to crack the code of a simple letter.

Each prisoners are separated in different cells/cubes. There are only few cubes in a block, and there are only few blocks in a wing. Ni semua nak make sure security ketat habis. For 17 years period, no one escaped from Pelican Bay State Prison.

Ada masa2 tertentu, that the prisoners (less harmful) dibenarkan untuk lepak2 kat padang, tapi there are a number of occasions, the field turned into battle field, the prisoners raged with each other, taking the opportunity to hurt/kill others.

Lupa nak citer, what is the purpose of keeping these wild people still? In order that they can be rehabiliated, changed. But as I said earlier, the warden commented that, none of them goes out from PBSP without bringing any new skill to cause casualties. Dengan harapan, supaya member of such and such gangs will leave their gangs. But most of them, do not dare to do so. Because, leaving their gangs mean they will be huntered to death by their "colleagues".

...... Sesak nafas bila tengok documentary ni tadi... Huuu... Well, it is a long-looong-looong way to go to buat kerja mengislahkan manusia..... Kengkadang, orang tak mo pegi solat jemaah pun kita dah cam nak berputus asa, haiyoo... Tak de ke orang nak masuk Pelican Bay dakwah kat diorang.. haha! We have a world to change! ......

Malaysia pula skang, sibuk isu dengan "katak rempit", kes bunuh, kes rogol, buang anak, seks bebas (out of 800 teenage females, hanya 1 orang yang masih virgin)..
Huhu.. wahai dhu'at, kalian adalah doktor-doktor yang sedang merawat pesakit-pesakit yang pelbagai penyakit di satu hospital yang besar...

... Tadi baca Time Magazine (another majalah yang contribute kepada Zionis), but it is worth reading to get grip of the current issues in the world, and also to analyze their analysis and way of thinking. Isu yang dikemukakan adalah "Sunnis vs. Shi'ites: Why They Hate Each Other?" walaupun, sebenarnya isu tu banyak bertumpu tentang permasalahan ummat islam di Iran dan Iraq, majalah tu dah generalise seolah-olah orang Islam seluruh dunia meraikan permusuhan tersebut. Huhu, kenapa dia tak amek pendapat Yusuf Al Qardawi yang hari tu ada mengadakan muktamar dengan pemimpin2 Sunni dan Shi'ah yang voice out issue kesatuan. Yang mana semua pemimpin itu, bersetuju untuk bersatu, lebih daripada bergaduh. Dan kebanyakan perselisiah mereka pun di"spark"kan oleh laknatullah musuh Islam.

Uhuh... Tiba-tiba saya rasa cam nak blaja Mass Comm.. Huhu.. We need orang yang jelas fikrah islam meng"involve"kan diri dengan kerja-kerja komunikasi dan media.. Buat kartun.. Buat filem.. Radio.. Website... Dokumentari.. Segala jenis wasilah untuk propagate islam yang sebenar... Huuhuu~

Allahua'lam..
(Huu.. Pelican bay masih menghantui saya, horror jugak tengok gambar2 jenayah tadi, padahal saya ni anak/adik/cucu/niece polis)..

Allahummansuril islaama wal muslimeen....

Friday, March 09, 2007

:: SABAR ::
:: SABAR ::
:: SABAR ::
dipetik dari Konsep Penguasaan Dakwah, Ustaz Fathi Yakan

Saya mengenali seorang dai' yang mendapat taufiq dari Allah, yang menghampirkan diri kepada Allah dengan kesabarannya menanggung kesusahan kerana orang lain, terutama apabila keadaan itu merupakan untuk membawakan mereka mendapat hidayah dan membimbing mereka ke dalam Islam. Dai' yang saya maksudkan ini mempunyai seorang ahli keluarga yung telah menjadi penagih arak lebih dari betasnya . Penagih arak ini tidak diterirna lagi oleh keluarga dan masyarakat disekelilingnya, sehingga beliau tidak mendapat tempat tinggal untuk bernaung, malah tidak ada orang yang sudi bertegur sapa dengannya kecuali orang-orang yang sama dengannya.

Pada satu ketika penagih arak telah mengetuk pintu rumah dai' yang saya maksudkan. Dai' itu pun membuka pintu, berdepan muka dengan pemabuk yang telah tersingkir, dan yang lebih tua darinya. Dengan kasih sayang orang yang mendapat hidayah dai' berkenaan telah menjemput pemabuk itu masuk. Lelaki pemabuk itu pun masuk dengan langkahnya yang teragak-agak dan kehairanan terhadap sikap dai' itu, kerana sebelum ini beliau telah biasa menerima tendangan di luar pintu rumah dan mukanya diludahi bertubi-tubi.

Si pernabuk telah masuk, dan sejak dari itu bermulalah pengembaraan penuh sabar yang panjang, hari demi hari hingga mencapai minggu dan seterusnya menjangkau bulan, sehinggalah cahaya iman semarak bernyala dalam hati si pemabuk, dan mulalah hasil hidayah menunjukkan buahnya dengan izin Allah.

Lelaki tersebut telah menjadi seorang salih. Islamnya juga telah sempurna. Beliau terus berdamping dengan dai' tersebut, jarang sekali berpisah dengannya, hingalah berlaku sesuatu yang tidak diduga, dai' berkenaan telah dimasukkan ke Rumah Sakit untuk satu pembedahan segera. Pembedahan telah dilakukan. Dalam masa pembedahan itu lelaki berkenaan, dengan rasa kebimbangannya memanjat doa kepada Allah, beliau terlalu bimbang tentang keselamatan orang yang telah menjadi sebab beliau mendapat hidayah. Beliau telah bersumpah dengan dirinya yang beliau akan terus di sisi dai' tersebut siang dan malam, memberikan khidmatnya dan menyempurnakan sebarang permintaan dai'. Akhirnya berlakulah apa yang tidak diingini apabila lelaki itu tidak dibenarkan memasuki bilik dai' itu setelah pembedahan dilakukan. Sewaktu beliau datang minta penjelasan dan menghujah tindakan menghalangnya itu beliau telah ditempeleng dengan kuatnya oleh salah seorang sahabat dai' itu. Perbuatan menempeleng beliau itu telah cukup untuk meruntuhkan segala-galanya sehingga dalarn sekelip mata telah mengubah perasaan dan sensitifnya memusuhi Islam dan umat Islam.

Dengan penjelasan ini nyatalah bahawa jalan untuk memberi hidayah kepada manusia adalah jalan yang amat sukar bagi mereka yang berjiwa lemah, iradah yang tidak kuat dan tidak anugerah Allah dengan sifat sabar yang tinggi.

Oleh kerana itulah ayat-ayat al-Quraan da n hadis-hadis Rasulullah s.a.w. telah menggalakkan sifat sabar dan menceritakan kedudukan tinggi bagi orang-orang yang sabar.Di antara firman Allah yang menyangkut dengan sabar ialah:

"Jadikanlah sabar dan solat sebagai penolongmu. "

Al-Baqarah: 45

"Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan. "

Thaha: 130

"Dan berilah kabar gembira kepada orang-orczng yang tunduk patuh (kepada Allah) (iaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gementarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka. "

A1 Haj: 34 - 35

"Hai orang-orang yang beriman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap sedia (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu berjaya. "

Alimran : 200

"Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Al Baqarah : 153

"Dan berikanlah berita gembira kepuda orang-orang yang sabar. "

AI-Baqarah: 155

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahala mereka tanpa batas.”

Az Zumar : 10

"Mereka itu diberi pahala dua - kali disebabkan kesabaran mereka. "

Al-Qashash: 54

"Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar. "

As Sajdah: 24

"Dan sesungguhnya kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. "

An-Nahl: 96

Dari petunjuk Rasulullah s.a.w. tentang sabar pula Rasulullah s.a.w. telah bersabda:

"Sabar itu tempat pergantungan muslim. "

"Allah tidak memberi rezki kepada hamba-Nya lebih baik dan lebih luas dari (sifat) sabar. "

Hadis riwayat al-Hakim.

"Sesiapa yang cuba bersabar Allah akan memberinya kesabaran. Allah tidak memberikan kepada seseorang satu pemberian yang lebih baik dan lebih luas dari (sifat) sabar. "

Hadis riwayat Bukhari dan Muslim.

"Orang yang bergaul dengan orang ramai dan bersabar (menghadapi perbuatan mereka) yang menyakitkan lebih baik dari orang yang tidak bergaul dengan orang ramai dan tidak sabar (menghadapi perbuatan mereka) yang menyakitkan. "

"Sabar itu sebahagian dari iman. "

Diriwayatkan dari Ibnil-Musaiyib radiallahu-anhu, beliau mengatakan:

"Sedang Rasulullah s.a.w duduk bersama para sahabatnya, seorang lelaki telah memperkatakan sesuatu ke atas Abu Bakar radiallahu-anhu. (perkataannya itu) telah menyakiti Abu Bakar (tetapi) Abu Bakar terus berdiam diri darinya. Kemudian beliau menyakiti Abu Bakar buat kali ketiganya (tetapi)Abu Bakar terus menang. Baginda Rasulullah s.a.w. pun bangun, lantas Abu Bakar berkata: Apakah kau mendapati sesuatu kesalahan padaku wahai Rasulullah? Rasulullah s.a.w. bersabda: Malaikat telah turun dari langit mendustakan apa yang diperkatakannya (lelaki berkenaan) terhadapmu. Apabila engkau telah menang malaikat itupun pergi, lantas syaitan pun duduk (pula). aku tidak sekali-kali akan duduk bersama-sama syaitan."

Hadis riwayat Abu Daud.

"Tidak ada tegukan yang lebih besar bagi Allah dari tegukan kemarahan yang dipendarnkan oleh seorang hamba semata-mata mengharapkan keredhaan Allah. "

Tuesday, March 06, 2007

Take me to Docklands..

Hayati mengemas pakaiannya ke dalam “back-pack”nya, sementara menunggu laptopnya “turn-off”. Kemudian, dia memperosokkan sahaja laptopnya ke dalam “back-pack”nya. Zuraida, teman sebilik Hayati memasuki bilik sambil membawa secawan kopi yang baunya semerbak sehingga memenuhi atmosfera bilik mereka.
“Awak tak tido umah malam ni ke?” tanya Zuraida.
Hayati sudah mengagak pertanyaan tersebut, lalu tersengih sahaja.
“Huhu.. Sedihnya saya tinggal sorang-sorang lagi dalam bilik malam ni, tak de orang nak tolong segarkan saya kalau mengantuk masa study,” Zuraida merengek.
Hayati memakai tudungnya, sambil meniup-niup bucu tudungnya supaya kemas. “Alah awak ni, tiada keupayaan dan tiada kekuatan melainkan dengan Allah. Doa la banyak-banyak supaya Allah segarkan awak. Kadang-kadang, saya ni menggalakkan awak tido lagi ade lah.”
Zuraida mencebik. “Awak tido rumah sape pulak malam ni?”
“Rumah, err.. rumah.. Huda.” Hayati teragak-agak ingin menyebut nama Huda, kerana ini merupakan kali ke 3 dalam minggu itu Hayati bermalam di rumah Huda. Huda merupakan junior kepada Hayati, dia merupakan seorang muslimah yan gmempunyai keperibadian yang tulus, walaupun masih belum memahami tanggungjawab dakwah dan masih belum memahami sepenuhnya erti islam yang syumul.
Sejak Huda baru sampai ke bumi “Down Under” ini, Hayati telah pun menjalinkan hubungan akrab dengannya. Maklumlah, sayanglah sekiranya jiwa yang baik disia-siakan potensinya.
“Awak nak ikut, Zuraida?” Hayati cuba menghangatkan suasana.
Muka Zuraida terus berubah ceria, “Boleh juga!”
Walaubagaimanapun, ada konflik yang berlaku di dalam diri Hayati, dia dapati dalam dia memenangi hati mad’unya, kadang-kadang dia terasakan seperti mengabaikan hak sahabat-sahabatnya yang lain. Walaupun begitu, sahabat-sahabat serumahnya sangat “supportive”, dan sering memberi kata perangsang, serta ada kalanya sekiranya Hayati tidak sempat melaksanakan tugas mengikut “duty roster” rumah, pasti ada sahabatnya yang lain akan membantunya, terutama sekali Zuraida.
“Tunggu saya kemas barang saya kejap ye!” kelam kabut Zuraida meletakkan cawan kopinya dan terus mengemas barang serta menyalin pakaiannya.
Hayati dan Zuraida berjalan menuju ke stesen bas.
Zuraida melihat jadual bas, “Pukul 5.30 p.m baru bas sampai, sekarang baru pukul 5.15 p.m”
Hayati mengangguk, “Tak pe lah, kita dok sini dulu sembang-sembang”
Zuraida sengih lagi.
“Awak tau tak…” Zuraida memulakan bicara.
“Tak tau, hehe” Hayati berlawak.
“Tak pe lah.. tak jadi bagitau la kalau cam tu..” Zuraida terus merajuk.
“Alah, awak ni.. Saya gurau je..” Hayati cuba memujuk.
Zuraida memaksa dirinya untuk senyum kembali. Entah mengapa, sejak akhir-akhir ini, dia sangat mudah terasa dengan Hayati. Jauh di lubuk hatinya, Hayati merupakan sahabat yang paling dia sayang di kalangan sahabat-sahabat serumahnya. Mungkin kerana itu dia mudah terasa dengan setiap tindak-tanduk Hayati. Namun begitu, Zuraida merupakan orang yang pandai menyembunyikan emosi di sebalik senyumannya yang kelihatan tenang.
“Awak tau tak, dalam banyak-banyak kawan kita.. Awak la yang paling saya…..” belum sempat Zuraida menghabiskan ayatnya, tiba-tiba kedengaran bunyi hon dengan suatu suara kuat.
“Assalamualaikum.. Nak pegi mana tu?” Rupa-rupanya Sufiah. Sufiah “pull-over” kereta kecilnya yang berwarna merah. “Hayati, Zuraida.. Naiklah kereta saye ni. Tak sudi ke naik kereta buruk ni”
“Kami nak ke North Melbourne, are you heading that way as well?” tanya Hayati.
Zuraida yang belum sempat menghabiskan ayatnya, terkejut dengan kedatangan Sufiah. Zuraida tergelak kecil di dalam hatinya, dia terbayangkan Sufiah ibarat Mr Bean yang memandu kereta kumbang. Perbualannya dengan Hayati termati begitu sahaja.
“Come in, come in. Have a ride. I’m heading to Docklands. Boleh drop korang kat North Melbourne.” Kata Sufiah.
Dalam kereta, Sufiah memasang lagu UNIC, Sahabat Sejati. Zuraida yang duduk di belakang tiba-tiba membuka bicara, “Yati, ni lagu untuk awak.” Hayati senyum, “Terima Kasih”. Sufiah pula mencelah, “Saya ni tak de orang nak dedicate lagu ke?”. Ketiga-tiga orang sahabat tersebut tertawa.
Zuraidah memandang Hayati yang sibuk berceloteh bersama Sufiah. Zuraida mengalihkan pandangannya ke luar. Lagu terus berkumandang,
“Ku biarkan pena menulis Meluahkan hasrat di hati Moga terubat segala Keresahan di jiwa Tak pernah ku ingini”
Mungkin Hayati tidak mendapat mesej yang ingin disampaikan oleh Zuraida.
Zuraida sangat bersyukur kepada Allah, kerana mengurniakan seorang sahabat yang mempunyai semangat juang yang tinggi. Hayati merupakan sahabat fillah yang pertama yang Zuraida kenali. Hayati banyak memberi sokongan kepada Zuraida di dalam pelajaran, maklumlah Hayati pelajar yang cepat tangkap pelajaran. Namun begitu, sejak mereka melangkah ke tahun dua universiti, dan sejak mereka menerima kedatangan adik-adik baru, mereka jarang dapat menghabiskan masa bersama sepertimana dahulu. Zuraida sangat khuatir sekiranya dia ketinggalan, dari segi pelajaran, dari segi dakwah, dari segi tarbiyah, dari segi bilangan mad’u, dari segi segala segi.
Zuraida terus memerhatikan Hayati, ditenungnya sahabat itu puas-puas dan berdoa di dalam hatinya, “Ya Allah terimalah segala amal sahabat ku ini, dan ikhlaskan dia. Dan kuatkan dia sekira dia berasa lemah, dan ikhlaskan dia tatkala dia mengharapkan sesuatu selain Engkau”
Tiba-tiba, Zuraida terasa hatinya sangat lapang. Inilah yang dia mahu rasakan, selama ini perasaannya risau, sedih, bercampur-baur apabila Hayati sudah jarang bersamanya.
Benarlah seperti nasihat Kak Elin, “sekiranya kita ada rasa berat hati dengan seseorang, kita segera doakan kebaikan untuk dia, insya-Allah, syaitan yang cuba hasut kita tu akan lari lintang pukang. Dan malaikat pula akan mendoakan perkara yang sama untuk kita.”
Ini membuatkan Zuraida tersedar, bahawa kebergantungan yang mutlak itu terletak pada Allah. Dan sekiranya seorang insan itu tidak diberi penghargaan, dia tetap menjadi seperti pokok. Pokok yang menurunkan buah apabila dibaling batu.
Zuraida mahu berlari seperti orang lain, berlari menuju jannah insya-Allah, sama-sama tabah dan kuat dalam membawa risalah perjuangan anbiya’. Tapi, kadang-kadang, dia letih. Kerana lupa mengukur kapasiti diri. Mungkin kerana terlupa, Allah melihat usaha seseorang, dan bukan natijahnya.
Tapi, menjadi kebiasaan manusia. Sangat mengharapkan hasil positif di depan mata.
Zuraida terkenangkan Nabi Nuh, kisah dakwahnya di dalam Al Quran. Di dalam surah Nuh, Nabi Nuh merintih kepada Allah, beratus-ratus tahun, pagi sehingga malam menyeru kaumnya, tetapi hasilnya, hanya menyebabkan kaumnya semakin jauh daripada Allah.
“Ah, masakan aku yang baru setahun jagung dalam dakwah ini, mudah sangat putus asa ,” getus Zuraidah dalam hati.
Hayati melihat “rear-view mirror”, ternampak muka Zuraida yang serius.
Hayati membisikkan sesuatu kepada Sufiah, dan Hayati membawa keluar “handphone”nya.
Hayati menaip sms, “Salam, Huda. Maaf akak tak jadi ke rumah awak malam ni. Ada hal sikit. Nanti akak hantar pengganti akak pergi umah awak ye, hehe.”
Sufiah membuat “announcement”, “Baiklah, kita dah sampai Docklands. Selamat makan aiskrim Dairy Bell, jangan lupa saya.”
Zuraida tercengang, Hayati turun dari kereta dan membuka pintu belakang, lalu menarik tangan Zuraida. Zuraida tercengang, “Eh, tadi Sufiah kata dia yang nak ke Docklands.” Sufiah terus memecut laju ke destinasi barunya. Kereta kecil merahnya berderum hebat.
“Jom la kita makan aiskrim sama-sama. Dah lama tak “outing” berdua,” Hayati mengajak Zuraida.
Zuraida akur sahaja. Dia terasa pelik, kenapa tiba-tiba Hayati tidak jadi pergi ke rumah Huda.

Hayati membeli aiskrim Chocolate Chips, dan mengambil 2 batang sudu kayu, “Jom dok kat tepi jeti tu..”
Hayati mula bicara, “Tadi kat stesen bas, awak nak cakap sesuatu kan….”
Zuraida tersenyum sahaja.
Hayati bicara lagi, “Awak tak boleh tipu saya dengan senyum tenang awak nih….”
Zuraida tersenyum lagi. Tapi, senyuman itu diikuti dengan air mata.
“Tadi saya nak cakap lain, tapi sekarang Allah ilhamkan saya untuk cakap sesuatu yang lain kepada awak,” kata Zuraida, matanya berkaca-kaca.
Hayati mengangguk, “Cakaplah..”
“Kalau awak nak masuk jannah, jangan tinggalkan saya.” Zuraida berkata sambil menahan air matanya yang semakin laju.
Hayati sangat terharu. Dia tidak pernah terbayangkan bahawa ada orang yang akan berkata begitu kepadanya, Hayati tak tahu nak respon macam mana, sedangkan dia sendiri pun terhuyung-hayang dalam perjalanan mencari syurga Allah.
Maksud sepotong ayat Al Quran, “ Di hari akhirat, terputus segala perhubungan kecuali orang-orang bertaqwa. “ Sungguh mudah untuk bercakap soal ukhuwah islamiyah. Namun nak menzahirkannya payah, apatah lagi hendak mengukuhkannya di dalam hati.
“Saya tahu Allah beri awak banyak kelebihan berbanding saya, moga Allah melindungi saya daripada hasad dan dengki, dan moga Allah menjauhkan awak daripada ‘ujub dan riya’ ,“ Zuraidah menghela nafas panjang. Aiskrim Chocolate Chips tidak mampu menarik seleranya.
Hayati terpaku. Dia seakan-akan dapat membaca apa yang dirasai oleh kawannya. Benarlah seperti apa yang dia rasai selama ini, tindak-tanduknya yang banyak mengabaikan hak-hak sahabat-sahabatnya mampu mengundang virus ukhuwah.
“Saya nak minta maaf atas salah silap saya. Saya tau saya banyak tinggalkan awak sorang-sorang. I am lost myself. Kononnya keluar berdakwah tapi, banyak yang lain pula saya abaikan,” Hayati mula meluahkan isi hatinya.
Zuraidah berkata, “Saya pun minta maaf, asyik kadang cebik muka. Tapi, tak perlu lah kita mengungkit salah silap kita yang dahulu. Apa yang sudah tu sudah..”
Hayati menyambung, “Betul? Kosong-kosong!”
Zuraidah pula berkatai, “Kosong-kosong!”
“Insya-Allah, kita akan saling mengigatkan. Time kena study, kita pulun habis-habisan. Time kena keluar berdakwah, kita mujahadah sehabis baik, jaga amal fardi.. Kejutkan qiyam, ingatkan supaya puasa sunat!” Hayati mula meng”list-out” perjanjian di antara mereka.
“Kena tunai hak pada semua pihak yang ada hak ke atas kita, kena berlapang dada dan menerima setiap sahabat kita seadanya, saling memperingatkan, walau kita “fastabiqul khairat”, mudah-mudahan ada persaingan sihat.. dan last sekali …outing kat charcoal chicken dengan geng rumah dua minggu sekali, hehe..” Zuraida menyambung.
“Lillahi ta’ala!” Zuraida dan Hayati menyebut kalimah “kerana Allah ta’ala” serentak. Mereka tersenyum sesama sendiri.
“Jom makan aiskrim ni dah cair!!” Zuraida menyogok sesudu aiskrim kepada Hayati.
“Hehe..” Hayati tergelak kecil.
“Er… kita nak tido mana ye malam ni?” Zuraida bertanya.
“Hehe.. tak pe, kita tido kat bilik kita yang best tu lah… Sufiah tido kat umah Huda, insya-Allah” jawab Hayati. Zuraida terbayang Sufiah bersama kereta merahnya menuju ke rumah Huda. Sufiah memang seorang sahabat yang “sporting” dan lucu.
Kedua-dua sahabat itu tersenyum. Moga Allah memberkati persahabatan mereka, dana meneguhkan hati-hati mereka di atas jalan dakwah hingga bertemu denganNya. Itulah doa mereka berdua.

Thursday, March 01, 2007

O Allah, I hope for Your mercy. Do not leave me to myself even for the blinking of an eye. Correct all of my affairs for me. There is none worthy of worship but You.

(Supplication from Rasulallah s.a.w. ,reported byAbu Dawud, Ahmad)

O Allah, You are my strength and You are my support. For Your sake I go forth, and for Your sake I advance and for Your sake I fight.

(Supplication from Rasulallah s.a.w., reported by Abu Dawud, At Tirmithi)


:: BERKORBAN DEMI CINTA ::

Bermula gemilang cahaya
Petunjuk pimpinan yang Esa
Menempuh jalan hidup di dunia
Cabaran yang silih berganti
Dugaan mematangkan diri
Mengajar erti hidup ini

Berjuang berkorban demi cinta
Suka dan duka suratanNya
Mengenal makna jalan bahagia
Masa yang silih berlalu
Semakin hampir saat itu
Ya Tuhan tunjukkan
Moga selamat bersamaMu

Biarpun bersama kekurangan
Namun bersyukur kurniaan Tuhan
Iman di hati sabar menjadi pemujuk diri
DenganMu ku punyai segala
Tak kan beruntung seisi dunia
Limpah kurniakan petunjuk bantuan
Tempuh hari yang mendatang

Semoga?
Sisa hidup ini tak kan terbuang lagi
Setiap detik masa dalam amalan jua
Jangan dipisahkan denganMu kebahgiaan

Semoga dengan ini jambatan menemui
Cinta yang sejati
Itu yang abadi

Berjuang mencari iman taqwa
Perisai menempuh pancaroba
Penentu tempat rahmat bahagia
Seiring teman dan saudara
Pimpinan tauladan baginda
Ya Tuhan bantulah
Moga selamat selamanya


Seorang yang benar, yang menyerahkan dirinya kepada Allah akan menyedari – sejak langkahnya yang pertama- bahawa dia sedang berhijrah kepada Allah semata-mata. Dia sedang berlari kepada-Nya. Dia sentiasa tergesa-gesa dan amat merindui-Nya.
:: KOTOR + BERSIH = KOTOR ::


Di awal-awal lariannya lagi beliau telah menyedari bahawa, betapa tingginya anak tangga yang perlu didaki dan bertingkat-tingkat. Beliau sentiasa meningkat naik dengan meyakini bahawa kedudukan syurga yang tinggi memerlukan kepada niat keazaman yang tinggi juga. Beliau juga menyedari betapa perlunya dalam perjalanannya itu dihindari perkara-perkara kotor yang boleh mencampuri kejernihan hatinya dan mengurangkan kesuciannya.

Beliau sentiasa ingin memperbaiki unsur-unsur keimanannya setiap kali beliau menyedari terdapat kecacatan. Beliau sentiasa berazam untuk melakukannya. Ketika beliau berusaha memperbaiki kecacatan unsur keimanannya: beliau sedar betapa perlunya kejernihan jiwa dan betapa perlunya beliau menampung dan menjahit keretakan unsur keimanannya dengan segala kebaikan yang telah di kurniakan oleh Allah kepadanya sebelumnya. Beliau juga berjaga-jaga agar tidak sampai dimalukan oleh orang yang tidak dikenali lantas beliau sentiasa berazam untuk perkara itu juga. Begitulah seterusnya beliau sentiasa menguatkan keazamannya . Kali ketiga memerlukan keempat kalinya, begitulah keadaannya dengan sentiasa meningkat sehingga tercapai tujuannya.

Sebaliknya mereka yang membiarkan jiwanya bercampur dengan kekotoran dosa sesungguhnya telah melakukan kesilapan kerana beliau tidak akan mampu berusaha memperbaiki kekurangannya dengan berada di tempat yang jauh dalam keadaan jiwa bercampur kekotoran. Beliau tidak akan merasai puas apabila meminum minuman yang bercampur kekotoran yang tidak jernih.

petikan dari Al Awaiq, Ar Rasiyd

:: UKHUWWAH ::


Kadar kefahaman duah mengenai makna al ukhuwwah masih lagi berbeza di antara para duah.

Duah selama-lamanya tidak akan mencapai erti kesedaran yang sebenar melainkan setelah beliau :

1. Meletakkan dalam kiraannya bahawa; menzahirkan akhlak ukhuwwah imaniah dalam kehidupan dan mengajar neraca persaudaraan adalah diantara hadaf asasi dakwahnya.
2. Menyedari bahawa menghidupkannya akhlak ini dalam muamalahnya sesama muslimin dan dicernakan dalam bentuk jamaah amal yang saling berkasih-sayang .

Dengan kewujudan kedua-dua perkara barulah layak untuk para duah mendakwa kejayaan dakwahnya dan kewujudannya ini saja yang boleh menjadi alasan kepada wujudnya jamaah mereka, walaupun kesan dakwahnya kurang atau majoriti masyarakat biasa menjauhi mereka.

Ukhuwwah berkerja kerana Allah.

Persaudaraan yang mengikat mereka adalah ukhuwwah akidah yang sudah bermadai sekiranya ia dicernakan oleh sekelompok kecil duah kemudian mereka mewariskannya kepada generasi berikut yang akan terus menghidupkannya.

Ia merupakan persaudaraan untuk ber amal yang melangkaui batasan warna kulit dan bangsa ia yang mencampurkan seluruh Amilin dan meleburkan sebarang perbezaan antara mereka sehingga mereka menjadi seperti seirama senada:

Akan diuji persaudaraan yang diada-adakan
Akan tetapi kami diwaktu dinihari berjalan dalam persaudaraan yang berkekalan
Atau berbeza air ikatan mereka
Air ikatan kami tawar nikmat,
Turun daripada awan yang satu.
Atau berbeza keturunan kami
Tetapi yang menyatukan kami adalah amal
Yang kami letakkannya umpama bapa.

Al Akha’ ( Persaudaraan)
Ikatan dan
Amal

Ia ibarat denyutan nadi yang memberi harapan untuk hidup
Ia ibarat irama yang menghiburkan qafilah dalam pengembaraan menuju fajar yang baru.

Bagi sesiapa yang mengetahui kelebihan al hadi (pengemudi yang menghibur unta dengan alunan lagunya bagi menggerakkannya) dan berdiam diri mendegar denyutan jantungnya, beliau akan merasai kelangsungan hidupnya ketika jasadnya tenang. Beliau tentu sekali akan merasa kecewa dengan gangguan walaupun sedikit yang menghilangkan nikmat ketenangannya merasai denyutan jantungnya.

Sejauh mana seseorang itu mengetahui tujuan dan kesan persaudaraan yang menjadikannya memiliki fiqh taat yang tinggi, sekadar itu juga sebaliknya dengan kecetekan maani ukhuwwah maka dengan sedikit kesamaran dan kekaburan akan mampu membawanya kepada pepecahan. Setiap orang akan bertindak dan memiliki sikap positif sekadar mana dia memahami erti persaudaraan. Ada yang memiliki ketinggian ukhuwwah dan ada yang gugur kerana rendahnya erti ukhuwwah dalam dirinya.

petikan dari Al Awaiq, Ar Rasyid